Kurang Paham, Netizen Kecewa Ridwan Kamil menerima dukungan Partai NasDem

Advertisement

Situasi perpolitikan Indonesia semakin seru, bukan lagi membicarakan keseruan PilGub DKI-1 tapi yang paling hangat saat ini adalah pemilihan PilGub Jabar 1. Kita semua tau Ridwan Kamil (RK) memutuskan untuk menerima pinangan dari Partai NasDem, kita juga tau Partai NasDem adalah partai pengusung Zhōng Wànxué (Ahok) dalam PilGUb DKI-1, dan seterusnya... tau lah ya arahnya kemana.

Bergulir reaksi dari netizen bahwa RK rakus, haus kekuasaaan, dan umpatan so'tau lainnya bahkan isu Syi'ah, boleh berpendapat karena itu hak-mu, jadi biarkan Ridwan Kamil berpendapat atas pilihannya, karena itu adalah hak-nya.

Berikut adalah jawaban Ridwan Kamil terkait isu yang sedang bergulir dari akun Instagram-nya (monggo di cari)

ridwan kamil di usung partai nasdem

Ridwan Kamil menjawab


***

1. Menjadi cagub itu resminya jika sudah mendaftar ke KPUD. Dalam perjalanannya masih banyak belokan dan lika-liku. Bisa seperti tokoh-tokoh di Jakarta yang heboh2 di awal ternyata tidak jadi. Bisa seperti yang sudah didkelarasikan eh bisa berubah di hari H-1 oleh nama baru.

2. Hari ini sebagai independen sifatnya menerima dengan baik aspirasi siapapun yang berniat baik mendukung. Adabnya berterima kasih ketimbang menolak yang terkesan sombong. Toh keputusan pastinya masih jauh. Esok lusa ada tambahan dukungan ya ditunggu, tidak juga ya diterima saja takdirnya.

3. Kenapa dengan partai ini atuh. Kenapa tidak dengan partai2 terdahulu? karena partai2 terdahulu, sudah dikomunikasikan, namun belum ada jawaban. belum pasti juga mau. dan masing-masing punya jadwal dan prosedur sendiri yang harus dihormati. Boro geer gede rasa pasti didukung, apek teh ternyata teu jadi?

4. Setiap pilihan situasi politik selalu ada yang suka juga tidak suka. Saya sudah melaluinya di tahun 2013. Setengah pertemanan saya balik kanan karena saya maju pilwalkot didukung partai. Sedih? iya. Tapi saat itu dilalui saja prosesnya dengan ikhlas. Dan dibuktikan dengan bekerja dengan maksimal saat terpilih jadi walikota. Sebagian pertemanan itu tidak balik lagi.

5. Orang berpikir ini semata syahwat politik? kalo ikut shahwat mah, Bandung sudah ditinggalkan ikut nyagub di DKI kemarin. Tahun depan 2018 itu saya menggenapkan tugas sebagai walikota selama 5 tahun. Selesai on time.

Janji Bandung belum beres? betul. Namun masih ada 2 tahun anggaran 2017 dan 2018 untuk dibelanjakan mengejar sisa mimpi.

6. Tidak terpilih lagi? tidak masalah, da saya mah bukan pengangguran. tidak punya niat cari nafkah dari politik. Kembali jadi dosen dan arsitek adalah kebahagiaan yang kembali pulang,

7. Jadi jika sekarang ada yang bully, “saya akan jadi pembenci akang sekarang”, “maaf saya unfollow” , “bye kang RK” dkk itu sudah takdiran berpolitik. Tidak akan baper. Karena politik adalah cara memperjuangkan nilai dan cita-cita. Dan dalam prosesnya tidaklah akan pernah, sampai kapanpun, menyenangkan semua orang. Tinggal karya dan pengabdian yang akan menjawab semua itu.

Tambahan


Anak2 muda, mari kita bicara pendidikan politik praktis ya. Tolong jawab, kenapa bisa di pilkada se-Indonesia 2017 ini, ternyata partai2 yang berseteru di Jakarta malah temenan di daerah2 lain.

Ternyata BANYAK calon yg diusung PKS koalisi dgn PDIP dan menang 70%. PKS dengan nasdem menang 68%. Gerindra dengan Nasdem 72%. Kan di Jakarta mereka berlawanan. Kan katanya partai ini begitu, beda ideologi dari partai yg itu mah begini.

Jawabannya karena mereka sudah Move On. Beda daerah beda isu dan kepentingan. Sudah tidak baper dengan isu Pilkada Jakarta.

Isu Jakarta hanya untuk warga Jakarta. Politik adalah pilihan pribadi. Silakan senang. Silakan marah. Ada pemilih emosional. Ada pemilih rasional. Bebas. punya jawaban yang ilmiah? Lieur nya. (Data dari INSTRAT)

***

Pertanyaannya: Kamanakah Partai yang idealnya mendukung Ridwan Kamil? Jawab dalam hati ya!

Semoga dengan klarifikasi dan sedikit tambahan ilmu politik praktis dari Ridwan Kamil ini membuat kita lebih berpikir "realistis", dan jangan kebawa baper karena Jonru dalam Fan Page-nya pun mengulas tentang situasi ini.

Dengan segala konsekuensinya,

RK tetaplah RK. RK tahu dimana dia dapat memberi kontribusi terbaik. Selama RK berjalan dalam koridor kebaikan kita dukung, jika melenceng ya diingatkan. Hidup Persib!! -Irpan Handiana-

Sama seperti ungkapan "Berlian akan tetap bernilai walau berada di tempat tak bernilai sekalipun"

Note : sampai saat ini Ridwan Kamil bukan kader partai manapun jadi tidak ada tuh intervensi dari partai dalam keputusan beliau.

Salam,
Admin

Advertisement

Menulislah karena ingin, semaumu, semampumu, sebab kau takkan tau seberapa besar manfaat dari apa yang kau tuliskan.

Silahkan berkomantar dengan bahasa Indonesia yang kamu bisa.
EmoticonEmoticon