Puisi Milea Suara dari Dilan

advertisement
Pada postingan kali ini saya akan membagikan kumpulan puisi yang ada di novel Milea, Suara dari Dilan. Dari dua buku sebelumnya, puisi yang ada di novel Milea, Suara dari Dilan, lebih banyak.

Ada salah satu puisi yang unik yang dibuat oleh guru sekolah Milea, yang ditunjukan untuk Milea yang segera akan pindah sekolah, lucu dan lumayan lah, karena itu adalah hak beliau untuk mengungkapkan perasaan, hak segala bangsa.

Puisi-puisi ini merupakan gambaran begitu kangennya Dilan kepada Milea (silahkan baca : Review Milea, Suara Dilan), bukan itu saja, Milea pun ternyata mempunyai kata-kata yang baik dalam membuat puisi untuk Dilan, seperti apa? silahkan dinikmati..

Dilan Bagian Ketiga: Milea, Suara dari Dilan

Hai

Kamu memiliki semuanya
Seorang gadis di hujan September
Tetap cantik meskipun bersin!
Tapi harus kamu yang mau ke aku
Seorang lelaki bergerak di atas tanah
Otaknya lebih besar dari simpanse
Semua milikmu untuk siapa, Nona?
Untuk dia yang bisa membuat kamu senang
Karena dia yang aku maksud adalah aku
Jadi mari kita kerja sama
Untuk sebuah rencana asmara.
(Dilan, hal 129)

puisi milea suara dilan

Kekuatan

Kalau kamu adalah kekuatan, aku adalah Dilan
Kamu sudah masuk ke mataku, meskipun aku ngantuk
Masuk lebih jauh semakin membantuku
Itu membuat darahku jadi berani kepadamu
Aku ingin tenang membawamu kalau kau mau
Berdua bersama kerak telor gratis
Kamu boleh pilih di Dago atau di Sorga
(Dilan, hal 132)

Saya dan Dia

Kalau saya adalah ini, yang membuat senyumu
Maka dia adalah orang lain yang membuat air matamu
Jangan marah kepadamu yang sudah membuat lingkungan jadi indah,
tentram dan damai
Siapkan
Sekarang, kamu ingin siapa yang datang menghiburmu?
Kepala Sekolah membawa risoles dari kantin?
Menteri Pendidikan membawa kunci jawaban?
Malaikat membawa buah-buahan dari sorga?
Pengusaha muda membawa yang harum pewangi?
Ahli nujum? Tukang pijit? Tentara? Penari?
Atau saya saja yang membawa kata-kata pilihan
Saya akan senang mengatakannya dan kamu senang
Jangan nangis, nanti kamu sakit kepala,
Ada yang perlu saya bantu?
(Dilan, hal 144)

Puisi untuk Milea

Langit akan mendung tanpa mentari
Karena takkan lagi kulihat senyumannya
Malam akan sunyi tanpa rembulan
Karena takkan lagi kudengar tawamu
Hilang asaku hilang harapanku
Ingin teriak menembus langit yang beku dihatiku
Agar kau bisa mendengar tangisanku yang kutahan
di dalam sesak dadaku
Hanya melalui puisi ini aku ceritakan deritaku bersama getaran hatiku
Ingin aku menyapa serpihan kenangan bersamamu
Agar tidak ada kesedihan mengenangmu
Dari aku yang basah oleh air mata, Love you
(Pak Dedi, hal 169-170)

Jumat Sore

Rindu sudah sampai di kepala
Menyerang jatung dan sampai usus
Aku dalam keadaan darurat
Hai, Scooby-Doo, jangan bercanda
Bisakah aku bertemu dengan Lia?
Memberi aku tempat berlindung
Dari godaan sunyi yang terkutuk
(Dilan, hal 171)

Sama-sama Bayi

Aku di mana waktu kamu masih bayi?
Aku ingin menjagamu.
Tapi, tapi, aku juga masih bayi waktu itu
(Dilan, hal 191)

Hari Lia

Pagi untuk Lia
Siang untuk Lia
Sore untuk Lia
Malam untuk Lia
Aku gak mau istirahat
(Dilan, hal 191)

Untuk Lia

Jeruk sudah dikupas tapi belum kumakan
Karena aku nunggu Lia
Segelas, lemon tea untuk berdua
Aku menunggu kapankah Lia tiba
Dan kau kaki masih baru
Jangan sampai Lia kedinginan
Jangan kuatir
Jaketnya adalah aku sendiri untuk Lia
(Dilan, hal 192)

Bajingan

Bajingan tetap bajingan
Harus tetap bersinar di kegelapan
Dengan semangat dan kebahagiaan!
Jangan lupa rem dan jangan sampai salah belok
Atau lebih baik istirahat
di sini dan baik-baik saja
(Dilan, hal 199)

Baca juga :
Kutipan Pidi Baiq tentang Cinta dan Rindu

Dimana

Aku rindu
Dilan, kamu dimana, Dilan?
Sini!!!
(Milea, hal 330)

Jauh

Apakah kamu rindu?
Aku disini, Dilan
Jauh.. Jauh..
(Milea, hal 331)

Oleh-oleh Khas

Pada suatu hari di tahun 1991
Aku mengunjungi tempat-tempat kenangan
Yang masih alami
Dan mengenang kejadian-kejadian
Khas tradisional dirinya
Aku membeli banyak oleh-oleh
Yang bersangkut paut dengan dirinya
Untuk suatu hari nanti aku akan merasakannya
Sendiri di sini
Untuk suatu hari aku akan memikirkannya sendiri di kamar
Ketika semuanya menjadi sebuah kenang-kenangan
Tunggu, aku kembali
(Dilan, hal 332)

Penelitian

Menurut hasil penelitianku sendiri
Kecepatan rindu menjadi sangat tinggi
Dari waktu ke waktu menjadi lebih kuat
Menjadi lebih cepat dari kecepatan cahaya
Untuk memasukkan sebagian besar dirimu
Ke dalam kepalaku!
(Dilan, hal 333)

Kesalahan Albert Einstein

Albert Einstein melakukan kesalahan
Kalau ingin benar-benar sama dengan diriku
Dia tidak memilihmu menjadi kekasihnya
Sehingga dia tidak bisa sendirian di kamar
Dan ingin bertemu denganmu!
(Dilan, hal 333)

Aku Kahlil Ghibran

Sebenarnya aku banyak yang harus dipelajari
Dari Kahlil Ghibran
Segala sesuatu yang aku baca semuanya
Memiliki hal tentang dirimu
Jadi itulah yang terjadi pada suatu hari
Kerika aku merasa menjadi Khalil Ghibran!
(Dilan, hal 334)

Menembusmu

Setiap hal ketika aku menunggumu
Waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku
Malam berjalan lebih lambat
Siang berjalan lebih melambat
Jam dinding bergerak lebih lambat
Usia bertambah lebih lambat
Dan saat mana jantukku berdetak lebih cepat
Melebihi kecepatan cahaya
Oleh keinginan bertemu denganmu
(Dilan, hal 334)

Jarak dan Waktu

Teoriku tentang gerak lurus
Gerak lurus menjadi berubah tidak beraturan
Apabila gerak lintasannya berubah menjadi garis tidak lurus
Itu seperti aku yang bergerak mencari kecepatan
Sekarang berapa jarak yang harus aku tempuh
Berapa waktu yang aku butuhkan
Untuk bisa bertemu denganmu?
(Dilan, hal 335)

Terima kasih Lia, Terima kasih dulu kau pernah mau
(Dilan, hal 357)



Itu saja postingan tentang kumpulan puisi yang ada dalam novel Milea, Suara dari Dilan. Jangan baper, selamat bahagia

Salam,
Admin
advertisement
SHARE ON :

Artikel Terkait

Puisi Milea Suara dari Dilan
4/ 5
Oleh

Subsribe

Masukkan alamat email Sobat untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan pesan baru melalui email.

Load comments