Dilan Gadungan Bicara

advertisement
Journal Kang Ibay - Hallo penggemar, bagaimana keadaan setelah menyaksikan ceramah Ayah Pidi Baiq saat Indonesia International Book Fair (IIBF) 2015 tanggal 6 September 2015? Sudah ga penasaran lagi akan sosok Surayah. Mau sombong kalo saya udah ga penasaran, karena pernah semeja bersama Ayah disuatu malam di RBTP (Rumah Besar The Panasdalam).

Sebenarnya dalam jurnal Kang Ibay yang saya posting kali ini adalah sebagai reaksi balas dendam atas postingan https://bebeaiko.wordpress.com/2015/09/06/bertemu-ayah-pidi-baiq-dan-dilan-gadungan yang ditulis Uke. By the way Uke itu kependekan dari Uuukkeeee, haha..

Pidi Baiq International Book Fair 2015
source : dok. kangibay

Setelah mendapatkan informasi dari twitter ayah @pidibaiq kalo akan menggelar bedah buku Dilan 2 di Jakarta, langsung saya kepikiran anak ini dan memberikan informasi yang selanjutnya dia jawab dengan semangat akan datang juga ke acara tersebut. Begitu seneng nya dia mendengar kabar itu dan saya yakin benar.

Sebenarnya saya sudah tau kalo Pidi Baiq tidak tampil di pangung utama, toh diposter undangannya jelas disebutkan "Lobby Stage Indonesia International Book Fair 2015". Saya bilang aja "iya disitu" ketika dia tanya apa Ayah Pidi akan tampil di panggung yang saat itu masih diisi oleh Tere Liye penulis berbakat asal Indonesia juga. Yang pada akhirnya saya kasih tau juga posisi stage si Ayah, kasian ah ntar nangis (ga ada yang jualan balon soalnya).

Yang membuat panas adalah istilah "Dilan Gadungan" yang ditunjukan untuk orang yang belum pernah bertemu (info : Saya dan Uke tidak pernah bertemu sebelumnya, bisa dikatakan ini pertemuan yang disengaja), dengan memanfaatkan dua orang teman yang saat itu menemani. Oke saya bocorkan disini kenapa saya bisa tau dia lebih dulu saat dia kebingungan mencari keberadaan saya setelah acara ceramahnya Ayah selesai, don't try this at home :

Pertama. Kenapa saya tau apa yang dia pakai? Saat itu saya menyuruh dia untuk kedepan salah satu stan yang ada disana (hal ini saya lakukan untuk mem-filter dari banyaknya wanita yang ada pada saat itu), iyalah Dilan, salah satu sosok cowok idaman cewek masakini. Setelah memastikan kira-kira dia sudah sampai stan yang dituju, saya MC (misscall) liat siapa yang ngangkat, nah tuh dia. bingo... Ketemu!.

Kedua. Tau Merk HP, ingatkan sebelumnya saya membawa dua orang teman? haha.. Saya manfaatkan keberadaannya (minta tolong sih sebenarnya) untuk melihat HP apa yang dia gunakan saat membalas message yang saya kirim. Dor! saya jadi tau merk HP nya dari informasi mata-mata yang saya kirim, haha...

Uke itu kependekan dari Uuukkeeee
source : dok. kangibay

Ketiga. Mengirimkan foto hasil dari kamera pengintai. Sebagai bukti bahwa saya telah menemukannya, harus hati-hati dibutuhkan skill tersendiri untuk mendapatkan sudut sebaik itu :p, bahaya kalo dilakukan sembarangan nanti disangka "perusak rumah tangga orang lain" #halah...

Saya sempat kehilangan dia gara-gara melihat pertunjukan dari korea setelah selesai acara Ayah Pidi Baiq. Naluri laki-laki baik saya keluar, udah ah kasian, saya samperin dia (lebih tepatnya nyariin dia lagi), setelah ketemu ternyata dia sedang di Stand Mizan beli buku Dunken Monster Molen. Saya ikutin dari belakang bersama teman saya (seperti bodyguard, haha), saya tekel kakinya (dia sempat menoreh tapi belum nyadar kalo itu saya), sampai saat dia duduk kecapean yang kemudian mengirimkan pesan "kamu kayak hantu" saya jawab tepat disebelahnya “aku bukan hantu” disertai ucapan seperti pesan yang saya kirimkan.

nb : ada yg protes, buku yg di beli Drunken Molen bukan Drunken Monster.

Salam,
Admin
advertisement
SHARE ON :

Artikel Terkait

Dilan Gadungan Bicara
4/ 5
Oleh

Subsribe

Masukkan alamat email Sobat untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan pesan baru melalui email.

Load comments